Sejarah Desa Kamal
Desa Kamal secara administratif termasuk dala wilayah Kecamatan Bulu Kabupaten Sukuharjo .Penamaan /nomenklatur Desa Kamal berdasarkan adat istiadat secara turun temurun sejsk jaman kerajaan Mataram ,dan pada saat penjajahan Belanda nama tersebut tetap di lestarikan sampai dengan sekarang.Bersumber dari salah satu warga {sesepuh desa},bahwa konon ceritanya nama Kamal adalah nama tanaman pohon asem yang buahnya rasanya asem yang mempunyai khasiat bisa di gunakan sebagai obat batuk.Berdasarkan pitutur turun temurun dari nenek moyang atau leluhur di ceritakan dahulu kala ada seorang pengembara kakak beradik yang sakti,di dalam perjalanan karena kelelahan kakak beradik tersebut beristirahat di bawah pohon kamal/asem.Karena merasa nyaman kakak beradik ini tertidur begitu bangun sang kakak berucap {mbesok yen ono rejane jaman tak jenengke kamal}.Kemudian kakak beradik ini melanjutkan perjalanan sampai di bukit tunggangan.Kakak beradik ini hidup dan menetap di bukit tunggangan sampai akhir hidupnya dan di makamkan di bukit tunggangan itu juga. Warga kamal menyebutnya mbah tunggangan dan menjadi pepunden.Sampai saat ini masih banyak warga kamal maupun luar daerah ,yang malam tertentu berziarah dan ngalap berkah di makam mabah tunggangan.Demikian sekilas sejarah singkat desa kamal.
Sejak dimekarkanya/dibentuknya,Desa Kamal telah mengalami pergantian masa kepemimpinan sebanyak tujuh {7} kali yaitu:
1.Bp.GITO Tahun 1927-1948
2.Bp.PRAPTO DIHARJO Tahun 1948-1966
3.Bp.REJO SUWARTO Tahun 1966-1989
4.Bp.SUKISNO Tahun 1989-1998
5.Bp.HARDI WIDODO Tahun 1998-2012
6.Bp .PARDI Tahun 2012-2018
7.Bp.WIDODO Tahun 2018 -sekarang